Penulis : Al Ustadz Abu Ibrohim Abdulloh Bin Mudakir Al-Jakarty
Pembaca yang budiman…..
Mungkin di antara kita pernah mendengar atau sering mendengar salah seorang berkata “dewi fortuna tidak bersama kita”, perkataan yang singkat tapi tidak sesingkat hukum dan konsekuensinya. Insya Alloh pasa tulisan sederhana ini akan dijelaskan tentang sangat berbahanya perkataan ini bagi aqidah seseorang.
Ada sebuah hadist -semoga menjadi renungan kita bersama-, yang diriwayatakan dari Abu Hurairoh radiyallohu ‘anhu, dia berkata : “Saya mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wassalam bersabda: “Seorang hamba berbicara dengan suatau kalimat yang tidak ada kejelasan di dalamnya bisa membuatnya terperosok masuk ke dalam neraka yang jaraknya antara timur dan barat”(HR. Bukhori dan Muslim).
Di antara bentuk ucapan yang sangat berbahaya adalah ucapan “dewi fortuna tidak bersama kita”, perkataan ini sangatlah berbahaya karena adanlya unsur kesyirikan di dalamnya sehingga bisa mengeluarkan pelakunya dari Islam, Na’udzubillah ….!
Mungkin ada yang bertanya dari sisi mana dikatakan perkataan kesyirikan…?
Maka kita katakan : Semoga Alloh memberi kepada kita pemahaman terhadap agama ini. Dikarenakan perkataan “dewi fortuna tidak bersama kita”ini merupakan penyandaran kepada selain Alloh di dalam memberikan manfaat atau keberuntungan. Bukankah yang memberi manfaat atau keberuntungan dan yang menolak kemudhorotan atau bahaya hanyalah Alloh semata….!! bukankah hal ini kekhususan rububiyah 1) Alloh saja….!!
Bukankah Alloh telah berfirman menjelaskan tentang hal tersebut? Artinya : “ Dan jika Alloh menimpakan sesuatu kemudhorotan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Alloh menghendaki kebaikan bagi kamu maka tak ada yang dapat menolak karuniaNya.” (QS. Yunus:107). Artinya : Dan jika Dia mendatangkan kebaikkan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu (QS. Al – An’am: 18).
Kalau yang memberikan manfaat atau keberuntungan dan menolak mudhorot atau bahaya hanyalah Alloh, yang mana hal ini merupakan kekhususan Rububiyah Alloh, maka menyandarkan kepada selain Alloh termasuk perbuatan syirik. Bahkan akan terjatuh ke dalam perbuatan syirik akbar (yang besar) yang apat mengeluarkan pelakunya dari Islam.
Marilah kita simak perkataan Syaikh Sholeh Al-Fauzan dan Imam Syaukani. Berkata Syaikh Sholeh Al-Fauzan hafidzahulloh : “Syirik adalah menjadikan sekutu (atau tandingan) bagi Alloh di dalam Rububiyyah dan UluhiyyahNya2)” (Aqidah Tauhid : 18). Berkata Imam Syaukani Rahimahulloh : “Bahkan syirik adalah mempersembahkan untuk selain Alloh sesuatu yang merupakan kekhususan bagi-Nya” (Daurun Nadid Fi Kalimatil Ikhlas : 18).
Maka akan jelaslah bagi kita dari penjelasan di atas bahwa menyandarkan keberuntungan kepada “dewi fortuna” termasuk perbuatan syirik bahkan syirik dalam rububiyah-Nya, yang lebih asyad (buruk) adalah syirik dalam Uluhiyyah.
Bukankah Alloh berfirman tentang bahayanya perbuatan syirik yang seharusnya kita berhati-hati adar tidak terjatuh ke dalamnya. Artinya : “ Sesungguhnya Alloh tidak mengampuni (dosa) syirik, dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang yang Dia kehendaki. Barang siapa yang mempersekutukanAlloh, maka sungguh dia telah berbuat dosa yang besar”. (QS. An-nisa : 48). Artinya : “Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Alloh, maka sungguh Alloh telah mengharamkan surga baginya dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penoloongpunbagi orang-orang dzolim itu”.(QS. Al Maidah : 72). Masih bannyak lagi ayat yang menjelaskan tentang berbuat syirik banyak sekali.
Mungkin ada yang berkata bukankah orang yang berkata seperti itu hanya berkata semata (bersenda gurau) tanpa ada keyakinan dan bermaksud menyandarkan manfaat dan keberuntungan kepada selain Alloh…??? Maka kita katakan : “kesyirikan dan kekufuran itu tidak hanya dilakukan dengan disertai keyakinan dari perkara perkara syirik atau kekafiran. Ucapan lisan kita semata bisa termasuk perbuatan kesyirikan dan kekufuran tanpa dibarengi keyakinan, begitu juga perbuatan kita. Bukankah Alloh berfirman, yang artinya : “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau” dan bermain-main saja. Katakanlah, “Mengapa kepada Alloh dan ayat-ayatNya serta RasulNya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kalian talah kafir setealah beriman”. (QS. At-Taubah : 65-66).
Berkata Syaikh Sholeh Al Fauzan Hafidzahulloh : “ Ayat ini menunjukkan bersamaan apa yang setelahnya atas kafirnya orang yang bersenda gurau dengan sesuatu yang di dalamnya terdapat penyebutan Alloh atau RosulNya atau Al-Qur’an” (Mulakhos Syarh Kitab Tauhid : 348).
Mungkin ada yang bertanya dimana inti pembicaraan kitapada ayat ini….???
Maka kita katakan : “Bukankah orang yang bersenda gurau yang dijelaskan ayat ini tidak bermaksud mencela Alloh dan RosulNya apalagi meyakini isi yang terkandung dari senda gurau tersebut….!!”
Berkata Syaikh Sholeh Al Fauzan Hafidzahulloh pada kalimat (kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja)”. Kami tidak bermaksud untuk mencela dan mendustakan, dan yang kami maksudkan bersenda gurau dalam kekosongan dan bermain-main”(Mulakhos Syarh Kitab Tauhid : 348). Bukankah mereka sekedar bersenda gurau dengan lisannya tanpa memaksudkan apalagi meyakini celaan terhadap Alloh dan RosulNya yang terkandung dalam celaan tersebut, tapi apa yang Alloh katakan : Artinya : “Mengapa kepada Alloh dan ayat-ayatNya serta RasulNya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kalian talah kafir setealah beriman”. (QS. At-Taubah : 65-66). Lihatlah pada ayat ini, Alloh menghukumi sebagai orang kafir kepada orang yang berkata dengan perkataan kekufuran (bersenda gurau dalam masalah agama) walaupun dia tidak memaksudkan mencela Alloh dan RosulNya apalagi meyakini ucapan tersebut….!!!
Oleh karena itu wajib bagi kita wahai saudaraku untuk menjaga lisan-lisan kita, peruatan-perbuatan kita dari hal-hal yang membahayakn bagi agama dan dunia kita, dan di antara perkataan yang membahayakan agama dan aqidah kita adalah perkataan “dewi fortuna tidak bersama kita” karena perkataan ini perkataan syirik sebagaimana telah dijelaskan di atas.
Wallohu a’lam bish showab.
____________
End Note
1) Rububiyyah Alloh adalah mengesakan Alloh di dalam penciptaan, pengaturan alam semesta, memberikan rizki, dan memberikan manfaat serta menolak bahaya. Barang siapa yang menyekutukan Alloh pada perkata ini maka dia telah melakukan kesyirikan di dalam rububiyyh-Nya.
2) Adapun kesyirikan di dalam uluhiyyah Alloh adalah menduakan Alloh pada segala macam bentuk ibadah yang mana ibadah adalah khusus hanya untuk Alloh semata dan tidak boleh dipalingkan kepada selain-Nya.
Sumber: Buletin At-Tauhid Edisi 9 Tangerang